Search

Memuat...

About Me

Debi Sistari
Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
idup tuh cuma skali g sah di pikir terlalu dalam,bikin stres aja...
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

PJMK Farmakology

PJMK Farmakology
Antonius Catur Sukmono, S.Kep., Ns

STIKES HANG TUAH

STIKES HANG TUAH

Pengikut

Daily Calendar

Minggu, 26 Desember 2010

PostHeaderIcon OBAT UTEROTONIK



Obat Uterotonik adalah zat yang meningkatkan kontraksi uterus. Uterotonik banyak digunakan untuk induksi, penguatan persalinan, pencegahan serta penanganan perdarahan post partum, penegndapan perdarahan akibat abortus inkompletikus dan penanganan aktif pada Kala III persalinan.

Uterotonik yang bisa digunakan ada 3 macam, yaitu :

  1. Metergin

  > Mekanisme /cara kerja :
1. Mempengaruhi otot uterus berkontraksi terus-menerus sehingga memperpendek kala III.
2. Menstimulssi otot-otot polos terutama dari pembuluih darah perifer dan rahim.
3. Pembuluh darah mengalami vasokonstriksi sehingga tekanan darah naik dan terjadi efek oksitosuk pada kandungan mature.

  > Indikasi :
Oksitosik
  Sebagai stimultan uterus pada perdarahan paska persalinan atau paska abortus.

  > Efek samping :
1. Kontraksi uterus
2. Kontraksi dapat terjadi begitu kuat sehingga resiko retensio plasenta akan meningkat. Keadaan ini
disebabkan oleh kontraksi segmen bawah uterus yang terjadi berurutan  sehingga perlepasan plasenta terhalang.
3. Diare dan muntah
4. Kerja metergin menyerupai kerja dopamine yang kerap kali menimbulkan mual dan muntah pada 20-30 % ibu melahirkan.
5. Pengliatan kabur, sakit kepala, kejang, diare, kulit dingin, nadi lemah dan cepat, bingung, koma,
meninggal.

  > Kontra indikasi :
1. Persalinan kalaI dan II
2. Hipersensitif
3. Penyakit vascular
4. Penyakit jantubn parah
5. Fungsi paru menurun
6. Fungsi hati dan ginjal menurun
7. Hipertensi yang parah
8. eklampsi

  > Cara pakai dan dosis :
1. Oral mulai kerja setelah sepuluh menit
2. Injeksi intravena mulai kerja 40 detik
3. IM mulai kerja 7-8 menit. Hal ini lebih menguntungkan karena efek samping lebih sedikit.

Dosis :
1. Oral 0,2-0,4 mg , 2-4 kali sehari selama 2 hari
2. IV / IM 0,2 mg , IM boleh diulang 2
3. 4 jam bila perdarahan hebat.

  > Contoh obat :
1. Nama generic : metal ergometrin, metal ergometrina, hydrogen maleat
2. Nama paten : methergin, met6hernial, methorin, metilat, myomergin.


 2. Oksitosin 

Pengertian Oksitosin adalah hormone peptide yang disekresi olah pituitary posterior yang m,enyebabkan ejeksi air susu pada wanita dalam masa laktasi. Oksitosin diduga berperan pada awal kelahiran.

  > Mekanisme/cara kerja :
Bersama dengan factor-faktor lainnya
oksitosin memainkan peranan yang sangat penting dalam persalinan dan
ejeksi ASI. Oksitosin bekerja pada reseptor oksitosik untuk
menyebabkan :

1. Kontraksi uterus pada kehamilan aterm yang terjadi lewat kerja langsung pada otot polos maupun lewat peningkatan produkdsi prostaglandin
2. Konstriksi pembuluh darah umbilicus
3. Kontraksi sel-sel miopital ( refleks ejeksi ASI )
4. Oksitosin bekerja pada reseptor hormone antidiuretik ( ADH ) untuk menyebabkan
5. Peningkatan atau penurunan yang mendadak pada tekanan darah 9 diastolik ) karena terjadinya vasodilatasi
6. Retensi air

Catatan :
oksitosin dan hormone antyi diuretic memiliki rumus bangun yang sangat mirip sehingga menjelaskan mengapa fungsi kedua substansi ini saling tumpang tindih.

    >Kerja oksitosin yang lain meliputi :
kontraksi tuba falopi untuk membantu pengangkutan sperma, luteolitis (involusi korpus luteum), peranan neurotransmitter yang lkain dalam system saraf pusat. Oksitosin disintesis dalam hipotalamus, kelenjar gonad, plasenta dan uterus. Muylai dari usia kehamilan 32 minggu dan selanjutnya, konsentrasi oksitosin dan demikian pula aktifitas uterus akan lebih tinggi pada malam harinya ( Hirst et al, 1993 ).

Pelepasan oksitosin endogenus ditingkatkan oleh :
1. Persalinan
2. Stimulasi serviks vagina atau parudara
3. Estrogen yang beredar dalam darah
4. Peningkatan osmolalitas / konsentrasi plasma
5. Volume carian yang rendah dalam sirkulasi darah

Sttres.
Stres dalam persalinan dapat memacu partus presipitatus yang dikenal dengan istilah refleks ejeksi fetus. Stres uyang disebabkan oleh tangisan bayi akan menstimulasi produksi ASI.

Pelepasan oksitosin disupresi oleh :
1. Alcohol
2. Relaksin
3. Penurunan osmolalitas plasma
4. Volume cairan yang tinggi dalam sirkulasi darah ( Graves, 1996 )

    > Indikasi :
 oksitosik
mengurangi pembengkakan payudara
 
    > Efek samping :
1. Spasme uterus ( pada dosis rendah )
2. Hiper stimulasi uterus 9 membahayan janin : kerusakan jaringan lunak / rupture uterus )
3. Keracunan cairan dan hiporatremia ( pada dosis besar )
4. Mula, muntah, aritmia, anafilaksis, ruam kulit, aplasia plasenta, emboli amnion.
5. Kontraksi pembuluh darah tali pusat
6. Kerja antidiuretik
7. Reaksi hipersensitifitas

    > Kontra indikasi :
1. Kontraksi uterus hipertonik
2. Distress janin
3. Prematurisasi
4. Letak bati tidak normal
5. Disporposi sepalo pelvis
6. Predisposisi lain untuk pecahnya rahim
7. Obstruksi mekanik pada jalan lahir
8. Preeklamsi atau pemnyakit kardiovaskuler atu pada ibu hamil yang berusia 35 tahun
9. Resistensi dan mersia uterus
10. Uterus yang starvasi
11. Gawat janin
 
  > Cara pakai dan dosis :
Untuk induksi persalinan intravena 1-4 m U permenit dinaikkan menjadi 5-20 m U / menit sampai terjadi pola
kontraksi secara fisiologis. Untuk perdarahan uteri pasca partus, ditambahkan 10-40 unit pada 1 L dari 5 % dextrose, dan kecepatan infuse dititrasi untuk mengawasi terjadinya atonia uterus. Kemungkinan lain adalah, 10 unit dapat diberikan secara intramuskuler setelah lahirnya plasenta. Untuk menginduksi pengaliran susu, 1satu tiupan ( puff ) disemprotkan ke dalam tiap lubang hidung ibu dalam posisi duduk 2-3 menit sebelum menyusui.

  > Contoh obat :
Nama generic Nama paten / merk dagang

Tablet oksitosina Pitosin tablet (
PD )


  3. Misoprostol 

Pengertian Misoprostol adalah suatu analog prostaglandin Elsintetik yang menghambat sekresi asam lambung dan menaikkan proteksi mukosa lambung.


    > Mekanisme/cara kerja :
Setelah penggunaan oral misprostol doabsobrsi secara ekstensif dan cepat dide-esterifikasi menjadi obat
aktif : asam misoprostol. Kadar puncak serum asam misoprostol
dareduksi jika misoprostol diminum bersama makanan.

    > Indikasi :
1. oksitosik
2. menstimulus kontraksi uterus

    > Efek samping :
1. Dapat menyebabkan kontraksi uterin
2. Diare dilaporkan terjadi dalam 2 minggu pada terapi inisiasi dalam 14-40 % pasien dengan AINS yang menerima 800µg / hari. Diare biasanya akan membaik dalam kurang lebih satu minggu terapi. Wanita-wanita yang menggunaklan misoprostol kadang-kadang mengalami gangguan ginekologi termasuk kram atau perdarahan vaginal.

    > Kontra indikasi :
Untuk proteksi GI, misoprostol dikontraindikasikan pada kehamilan karena resiko aborsi. Pasien-pasien harus diberi tahu untuk tidak memberikan misoprostol kepada orang lain. Pasien-pasien yang menerima terapiu jangka lama AINSS untuk reumotoid arthritis, misoprostol 200µg qid lebih baik daripada antagonis reseptor H2 atau sukralfat dalam mencegah gastric ulcer yang induksinya oleh AINS. Walaupun demikian misoprostol tidak menghilangkan nyeri G1 atau rasa tidak enak yang dihubungkan dengan pengunaan AINS.

    > Cara pakai dan dosis :
Peroral untuk proteksi GI selalma terapi AINS : 200 µgqid. Diberiksan bersama makanan, jika dosis ini tidak ditilerir : 100µg qid dapat digunakan. Bentuk sediaan, tablet 100,200µg. Misoprostol juga tersedia dalam kombinasi dengan diklofenak.

    > Contoh obat :
Misoprostol
Tablet : Gastrul isi : misoprostol 200 mcg / tablet.


http://aririen-carter2388.blog.friendster.com/2007/10/uterotonik-dan-anti-perdarahan/